Hotline: 081 3266 53778
SMS: 081 3266 53778
PIN BB: 25E75391

Struktur Anatomi Organ Reproduksi Pria

Saturday, June 13th 2015. | Uncategorized

organ vital pria

Struktur Anatomi Organ Reproduksi Pria

Organ reproduksi pria terbentuk saat masih dalam kandungan dan normalnya terlahir dalam keadaan sudah jadi sempurna, setelah terlahir mengalami pertumbuhan menjadi lebih sempurna memasuki usia dewasa atau puber berfungsi memproduksi sel spermatozoa yang dapat membuahi sel telur wanita. Proses terjadinya pembuahan melalui hubungan seksual dimana alat vital pria ereksi kemudian melakukan penetrasi dan terjadi ejakulasi di dalam vagina dengan menyemburnya jutaan sel spermatozoa, untuk dapat membuahi syarat minimal jumlah sel spermatozoa adalah 20 juta dalam sekali ejakulasi, namun hanya satu terbaik paling normal bentuknya, gesit dan cepat geraknya yang dapat membuahi sel telur menjadi embrio calon anak manusia. Organ reproduksi pria terbagi dalam dua bagian yaitu internal dan eksternal. Bagian internal terdiri dari testis, saluran pengeluaran (epididimis dan vas deferens) dan kelenjar asesoris (vesikula seminalis, kelenjar prostat, kelenjar Cowper) yang mensekresikan getah esensial untuk kelangsungan hidup dan pergerakan sperma. Sedangkan bagian eksternal adalah skrotum dan penis.

Berikut organ reproduksi internal dan eksternal pria :

  • Testis
    Testis normalnya ada dua buah bentuknya oval berdiameter 2,5 cm dan memiliki panjang 4 cm tempatnya terlindung di dalam kantung skrotum tepat dibawah penis yang terjaga suhunya lebih rendah sekitar 2 derajat celcius dari suhu tubuh, berfungsi sebagai pembentuk sel sperma (spermatogenesis).
  • Epididimis
    Terdiri satu pasang saluran pengeluaran dari testis yang sangat panjang berliku-liku sekitar 600 cm, dimulai dari atas testis (kepala epididimis) berujung pada ekor epididimis menjadi vas deferens. Epididimis adalah tempat proses terjadinya maturasi akhir sperma menjadi motil dan mendapat kemampuan membuahi.
  • Vas Deferens
    Ada dua saluran lurus keatas lanjutan dari epididimis memiliki panjang sekitar 45 cm bergulung bebas, menjadi saluran berjalannya sperma dari epididimis menuju vesikula seminalis (kantung mani).
  • Vesikula seminalis
    Kantung penampung mani ini adalah kelenjar yang berliku-liku, mensekresikan cairan kental berwarna kekuningan bersifat basa (alkalis) sebagai media bergeraknya sperma untuk membuahi sel telur.
  • Kelenjar Prostat
    Organ dimana sebagian struktur dari kelenjar dan otot memiliki ukuran 2,3 x 3,5 x 4,5 cm, letaknya di bawah kandung kemih mensekresikan cairan semen ke dalam uretra berwarna putih tulang seperti susu kental mengandung enzim antikoagulan dan asam sitrat (nutrisi bagi sperma).
  • Kelenjar Cowper
    Posisi tepat di bawah kelenjar prostat mensekresikan cairan berupa mukus (lendir) jernih bersifat basa yang berfungsi menetralisir sisa cairan urin bersifat asam yang tersisa di dalam saluran uretra.
  • Skrotum
    Skrotum adalah kantung kulit yang melindungi testis dan epididimis dari cedera fisik berfungsi mengatur suhu testis berada lebih rendah dari suhu tubuh untuk menjaga spermatozoa  tetap sehat, tersusun dari jaringan ikat dan otot polos (otot dartos) yang bisa membuat kantung skrotum mengerut dan mengendur menyesuaikan lebih rendah dari suhu tubuh
  • Penis
    Terdiri dari dua jaringan corpora cavernosa di sisi kiri dan kanan atas serta satu jaringan corpus spongiosum dibagian tengah bawah yang membungkus uretra sebagai saluran keluarnya air seni saat buang air kecil dan sperma waktu ejakulasi, bagian ujung dinamai glands atau kepala yang dilapisi kulit yang bisa ditarik disebut prepusium (kulup) yang biasanya di buang atau dipotong waktu khitan. Menjadi ujung tombak penghantar spermatozoa membuahi sel telur wanita saat penetrasi masuk dan ejakulasi dalam vagina.

Demikianlah struktur anatomi organ reproduksi pria yang normal tidak memiliki kelainan atau gangguan kesehatan lainnya, khususnya bagi pria sangat bermanfaat kalau mengetahui secara detail mengenai anatomi organ vitalnya agar bisa menjaga dan merawat sebaik mungkin. Dengan mengetahui lebih dalam tentunya lebih perhatian dan benar dalam menjaga dan merawatnya baik dari luar maupun dari dalam, merawat dari luar secara kasat mata lebih mudah dengan menjaga kebersihan serta mengamati apakah ada perubahan atau tidak. Namun lebih sulit merawatnya dari dalam karena tidak terlihat mata telanjang, namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya pengetahuan manusia khususnya bidang kesehatan dan herbal sekarang telah ditemukan ramuan produk herbal khusus pria dewasa yaitu vimax. Secara alami menjaga dan merawat organ intim pria dewasa dengan melancarkan aliran darah sekaligus meningkatkan kinerja organ reproduksi pria, menambah stamina tidak mudah loyo serta menjaga kesehatan terhindar dari terkenanya penyakit seperti penyumbatan dan kanker prostat.

tags: , , , , , ,

Artikel lain Struktur Anatomi Organ Reproduksi Pria